Orang Lebih Memilih Cicilan Suku Bunga Berjenjang Dibandingkan Fix Rate, Kenapa?
Memilih skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bukan hanya soal bank mana yang menawarkan bunga paling rendah, tetapi juga bagaimana cicilan tersebut akan memengaruhi kondisi keuangan dalam jangka panjang.
Saat ini, ada dua pilihan skema bunga KPR yang paling banyak ditawarkan oleh bank, yaitu suku bunga Fix Rate dan suku bunga Berjenjang (Step Up Rate). Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Lalu, mengapa semakin banyak pembeli rumah memilih skema bunga berjenjang dibandingkan fix rate 3 atau 5 tahun?
Mari kita bahas secara lengkap.
Mengenal Perbedaan Keduanya
1. Suku Bunga Fix Rate
Pada sistem ini, bunga KPR tetap selama periode tertentu, misalnya 3 tahun atau 5 tahun.
Contoh:
Tahun 1–3 bunga tetap 5%
Setelah tahun ke-3 bunga mengikuti bunga floating bank.
Artinya, cicilan selama masa fix tidak berubah.
2. Suku Bunga Berjenjang (Step Up)
Pada sistem ini bunga berubah secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan sejak awal.
Contoh:
Tahun 1 : 3%
Tahun 2–3 : 5%
Tahun 4–6 : 7%
Tahun ke-7 dan seterusnya mengikuti bunga floating.
Karena kenaikannya bertahap, cicilan juga meningkat secara perlahan.
Perbandingan Keduanya
| Faktor | Fix Rate | Bunga Berjenjang |
|---|---|---|
| Cicilan awal | Lebih besar | Lebih ringan |
| Kenaikan cicilan | Stabil selama masa fix | Naik bertahap |
| Cocok untuk | Penghasilan stabil | Penghasilan yang diperkirakan meningkat |
| Kemudahan lolos analisa bank | Standar | Sering lebih mudah karena cicilan awal lebih rendah |
| Beban di awal | Lebih berat | Lebih ringan |
Kelebihan Suku Bunga Berjenjang
1. Cicilan Awal Lebih Ringan
Inilah alasan utama banyak orang memilih bunga berjenjang.
Karena bunga tahun pertama lebih rendah, maka cicilan bulanannya juga menjadi lebih kecil.
Hal ini sangat membantu bagi:
pasangan muda,
karyawan baru,
keluarga yang baru memiliki rumah pertama,
pembeli yang masih menata kondisi keuangan.
2. Cash Flow Lebih Sehat
Cicilan yang lebih ringan membuat sisa penghasilan masih cukup untuk kebutuhan lain seperti:
biaya sekolah anak,
renovasi rumah,
membeli perabot,
dana darurat,
investasi.
Dengan demikian kondisi keuangan keluarga menjadi lebih seimbang.
3. Penghasilan Biasanya Ikut Naik
Banyak orang memperkirakan penghasilannya akan meningkat seiring waktu.
Misalnya:
kenaikan gaji tahunan,
promosi jabatan,
bonus perusahaan,
usaha sampingan yang berkembang.
Karena itu, kenaikan cicilan secara bertahap masih dapat diimbangi dengan peningkatan pendapatan.
4. Kesempatan Melakukan Pelunasan Sebelum Floating
Sebagian nasabah berencana:
melakukan pelunasan sebagian,
take over ke bank lain,
refinancing,
melunasi seluruh pinjaman,
sebelum memasuki masa bunga floating.
Dengan strategi tersebut, kenaikan bunga di masa depan dapat diminimalkan.
Kekurangan Bunga Berjenjang
Walaupun menarik, skema ini juga memiliki beberapa kekurangan.
Cicilan Akan Naik
Karena memang dirancang bertahap, cicilan akan meningkat sesuai jadwal.
Apabila penghasilan tidak ikut bertambah, kenaikan tersebut dapat menjadi beban.
Harus Disiplin Mengatur Keuangan
Nasabah perlu mempersiapkan diri menghadapi kenaikan cicilan di tahun-tahun berikutnya.
Jika tidak memiliki perencanaan keuangan yang baik, kondisi ini bisa terasa lebih berat.
Kelebihan Fix Rate
Skema fix rate juga memiliki banyak keunggulan.
Cicilan Lebih Pasti
Selama masa fix, cicilan tidak berubah sama sekali.
Hal ini membuat pengaturan anggaran keluarga menjadi lebih mudah.
Memberikan Rasa Aman
Banyak orang merasa lebih tenang karena tidak perlu khawatir terhadap perubahan bunga selama periode fix.
Cocok untuk Penghasilan Tetap
Bagi karyawan dengan pendapatan yang relatif stabil dan tidak banyak berubah, skema fix rate sering menjadi pilihan yang nyaman.
Kekurangan Fix Rate
Cicilan Awal Lebih Besar
Karena bunga fix biasanya lebih tinggi dibanding bunga promosi pada skema berjenjang, cicilan awal juga cenderung lebih tinggi.
Akibatnya, sebagian calon pembeli harus menyiapkan anggaran bulanan yang lebih besar sejak awal.
Setelah Masa Fix Tetap Floating
Banyak orang mengira setelah fix 3 atau 5 tahun bunga akan tetap rendah.
Padahal kenyataannya, setelah masa fix berakhir, bunga juga akan mengikuti bunga floating sesuai ketentuan bank.
Jadi baik skema fix rate maupun berjenjang pada akhirnya sama-sama akan memasuki fase bunga floating, kecuali nasabah melakukan pelunasan atau pengalihan kredit.
Jadi Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada jawaban yang benar untuk semua orang. Pilihan terbaik bergantung pada kondisi keuangan dan rencana jangka panjang Anda.
Pilih bunga berjenjang jika:
Menginginkan cicilan awal yang lebih ringan.
Baru memulai karier atau membangun keluarga.
Memperkirakan penghasilan akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Ingin menjaga arus kas tetap sehat di awal masa KPR.
Pilih fix rate jika:
Mengutamakan kepastian jumlah cicilan selama beberapa tahun pertama.
Memiliki pendapatan tetap dan stabil.
Lebih nyaman dengan anggaran bulanan yang tidak berubah selama masa fix.
Kesimpulan
Banyak pembeli rumah saat ini lebih tertarik pada suku bunga berjenjang karena menawarkan cicilan awal yang lebih ringan sehingga beban keuangan di tahun-tahun pertama menjadi lebih kecil. Skema ini sangat cocok bagi keluarga muda atau pembeli rumah pertama yang ingin memiliki hunian tanpa terlalu membebani pengeluaran bulanan.
Di sisi lain, fix rate tetap menjadi pilihan yang baik bagi mereka yang menginginkan kepastian cicilan dan memiliki kemampuan finansial yang stabil sejak awal.
Sebelum mengajukan KPR, pastikan Anda memahami simulasi cicilan, jadwal perubahan bunga, serta kemampuan finansial jangka panjang. Dengan memilih skema yang sesuai, proses memiliki rumah impian akan terasa lebih nyaman dan aman.
Ingin mengetahui simulasi cicilan KPR yang paling sesuai dengan kondisi keuangan Anda?
Silakan gunakan Kalkulator Simulasi KPR di website ini atau hubungi Mas Idris Properti untuk mendapatkan konsultasi gratis mengenai pilihan bank, simulasi cicilan, dan promo terbaru Perumahan The Ayarahill Parung Panjang.

Posting Komentar untuk "Orang Lebih Memilih Cicilan Suku Bunga Berjenjang Dibandingkan Fix Rate, Kenapa?"